Langsung ke konten utama

Ada apa di Supermachi Festival?

Ada Apa Supermachi Festival?

 Belum lama ini aku mengunjungi sebuah acara cosplay yang disebut Supermachi Festival. Acara ini diselenggarakan di Click Square, bekas Bandung Electronic Mall Naripan. Gedung ini sudah lama menjadi gedung sepi, tetapi nyaman jika ada acara cosplay. Gedung ini menyediakan lapangan di lantai 2, lengkap dengan panggung dan layar besar.


Tibalah diriku di tempat tujuan. Langsung saja berjalan menuju lantai 2. Di pintu masuk saja sudah banyak cosplayer yang sibuk mengambil gambar. Di dalam ada banyak yang sedang berdandan, merapikan pakaian, dan bercengkrama. 

Disini ada apa saja ya?


Karena ini acara cosplay yang baik, panitia menyediakan pengisi acara yang dibutuhkan oleh cosplayer. Salah satunya adalah cosplayer yang pandai di bidang tata rias. Aku lupa siapa namanya, tetapi dia menjelaskan apa perbedaan tata rias untuk cosplay dengan tata rias selain cosplay. Dia juga memberitahu rahasia tata rias kepada para penonton. 

Dimulai dari bagaimana cara memperhatikan muka, bagian apa saja yang harus diwarnai agar tampak berbeda dari aslinya. Karanya, sisi dalam muka lebih mudah untuk didandani dibanding sisi luar muka. Tata rias membuat orang tampak berbeda dari aslinya. Tata rias bukan hanya untuk kecantikan, tetapi juga berguna untuk memperbaiki penampilan bagi yang merasa dirinya punya kekurangan.

Kemudian pembahasan dilanjutkan oleh Akito yang membicarakan rambut palsu. Bagaimanakah cara menata rambut untuk cosplay? Akito memberikan kiat-kiat menata rambut menggunakan video yang tampak di layar. Selain itu, Akito juga memberitahu bagaimana cara merawat macam-macam rambut palsu untuk cosplayer. 

Cosplay atau peragaan busana?

Supermachi Festival adalah acara cosplay, pasti penonton menunggu cosplayer naik panggung. Disini ada banyak peserta yang bermain dengan busananya. 


Ada puluhan orang yang menjadi peserta, memperagakan busana dari macam-macam anime, film seri, dan video game. Dan adapula yang sengaja melawak di atas panggung untuk menghibur para penonton. Namun, tidak semua cosplayer ikut serta dalam perlombaan ini. Sebagian orang lebih suka menonton di depan panggung sambil merekam pertunjukan dan memberi dukukan kepada temannya. 

Sekian dulu liputan ini, tunggu ulasan mengenai Henshin Challenge yang disukai oleh para penggemar Kamen Rider. 

Mayakrida





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Against The Storm: Permainan Membangun Kota yang Menantang

  Against The Storm: Simulasi Membangun Kota yang Menantang dan Adiktif Against The Storm, sebuah mahakarya dari Eremite Games, bukanlah sekadar permainan membangun kota biasa. Ia adalah simulasi roguelite yang menantang, adiktif, dan dipenuhi dengan pesona unik. Game ini mengajak pemain untuk membangun dan mengelola sebuah pemukiman di tengah dunia fantasi yang terus dilanda badai tanpa henti. Gameplay yang Menantang dan Beragam Di Against The Storm, pemain akan berperan sebagai Viceroy, pemimpin sebuah perumahan yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah cuaca berbahaya. Tugas pemain tidak hanya membangun rumah dan sarana, tetapi juga mengelola sumber daya, memenuhi kebutuhan penduduk, dan menghadapi beragam bencana. Setiap permainan dimulai dengan memilih salah satu bangsa yang tersedia, masing-masing memiliki kemampuan dan kebutuhan berbeda. Anda kemudian akan menjelajahi peta dunia yang dihasilkan secara acak, mencari sumber daya, membangun perumahan, dan menyelesaikan berag...

Shogun 2: Total War: Fall of the Samurai – Jepang di Ambang Modernisasi dan Konflik Epik

"Ledakan meriam menggelegar, derap sepatu bot bergema, samurai beradu dengan senapan. Selamat datang di era baru peperangan Jepang!" – Kalimat pembuka yang menggambarkan dengan tepat esensi dari Fall of the Samurai, ekspansi yang membawa Shogun 2 ke era Meiji Restoration yang penuh gejolak. Berlatar 400 tahun setelah Shogun 2, Fall of the Samurai menghadirkan konflik epik antara pendukung shogun yang ingin mempertahankan tradisi dan kaum modernis yang ingin membuka Jepang ke dunia luar. Kamu akan merasakan bagaimana modernisasi mengubah wajah Jepang, dari senjata api hingga kapal perang, sambil tetap mempertahankan elemen strategi klasik yang menjadi ciri khas Total War. Modernisasi vs. Tradisi: Pertempuran Ideologi dan Teknologi Di Fall of the Samurai, kamu akan memimpin salah satu dari enam faksi yang terbagi menjadi dua kubu: pendukung shogun yang konservatif dan kaum modernis yang progresif. Setiap faksi memiliki unit unik, teknologi, dan pendekatan yang berbeda terhadap...